Bakhtiar: Kabupaten Batanghari Belum Merealisasikan Penyaluran BPNT

Penulis: Putri , Editor: Muhammad Syafe'i - Jumat, 21 Februari 2020 , 19:11 WIB
Kepala Kantor Wilayah Bulog Jambi, Bahtiar
Istimewa
Kepala Kantor Wilayah Bulog Jambi, Bahtiar


JERNIH.ID, Jambi - Penyaluran Realisasi proses pangan bulog di Provinsi Jambi tidak maksimal dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Kabupaten Batanghari belum merealisasikan penyaluran BPNT,
hal ini di sampaikan Kepala Kantor Wilayah Bulog Jambi, Bakhtiar AS.

Untuk tahun 2020 bantuan pangan non tunai dirubah lagi namanya menjadi bantuan sembako, kalau tadinya BPNT pada tahun 2019 110 ribu, pada tahun 2020 naik menjadi 150 ribu.

"Itu nanti komoditinya terdiri dari beras kemudian protein hewani dan nabati, artinya nanti bisa pakai telur, kacang-kacangan, sayur dan buah," ucapnya, Jumat (21/02).

Dirinya berujar, perum yang ada dikeluarkan oleh Kementerian PMK, Bulog bukan satu-satunya penyedia maka dimungkinkan bisa mengambil di tempat lain tetapi dari hasil koordinasi Bulog dengan pemerintah Provinsi kemudian Kabupaten Kota dalam rangka upaya untuk pengendalian inflasi kemudian menjaga stabilisasi harga.

"Kami berharap bahwa komoditi bisa disuplai, oleh karena itu bisa kita kontrol terkait jumlah kemudian distribusi serta kualitas," katanya.

Dari 11 kabupaten kota, lanjutnya, hampir semuanya sudah order ke Bulog tetapi belum sepenuhnya jadi kisarannya masih kurang lebih hampir 50 sampai 60 persen, kemudian ada juga beberapa kabupaten kota yang memang belum merealisasikan sama sekali alokasi dari Januari-Februari ini diantaranya misalnya Batanghari.

"Karena itu kami masih menunggu kalau memang nanti sudah ada keputusan dan ternyata nanti Bulog diminta untuk menyapa maka kami siap barangkali itu yang masalahnya," tutur Bakhtiar.

Kalau dilihat dari realisasi saat ini, memang yang jumlah terbesar ada di kota Jambi, kemudian Muara Jambi dan saat ini sudah jalan untuk alokasi Januari dan Februari.

Jambi sebanyak 479 kg, Sarolangun dan Bangko sebanyak 275 kg, Kerinci dan Sungai Penuh sebanyak 189 kg, Muaro Bungo dan Tebo sebanyak 127 kg dan Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat sebanyak 82 kg.

Untuk itu, tentu dirinya sangat berharap sebuah institusi yang notabene pembiayaannya dari negara kemudian punya tugas untuk menyerap beras petani kemudian penyalurannya.

"Harapan kami salah satu BPNT ini karena kami berharap dalam hal ini Pemda khususnya Dinas Sosial bisa mensuport dan terima kasih karena selama ini juga sudah memberikan respon yang luar biasa dan tentu ini merupakan sebuah dukungan yang menurut saya cukup baik," tandasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID