Dianugerahi Gelar Adat di Kenduri Sko: Gubernur Al Haris Ajak Warga Jaga Persatuan Sakti Alam Kerinci

Penulis: Muhammad Sapii , Editor: Ardy - Sabtu, 04 Juli 2026 , 13:09 WIB
Gubernur Al Haris menyandang gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh di Kenduri Sko Gubernur Al Haris menyandang gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh di Kenduri Sko


SUNGAI PENUH, JERNIH.ID - Momentum sakral Kenduri Sko Enam Luhah di Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026), menjadi saksi penganugerahan gelar kehormatan bagi Gubernur Jambi, Al Haris. Dalam prosesi adat yang khidmat, ia resmi menyandang gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

​Gelar kehormatan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari masyarakat adat atas perhatian Gubernur Al Haris terhadap pelestarian budaya di wilayah Sakti Alam Kerinci.

​Tak hanya Gubernur, penganugerahan gelar adat juga diberikan kepada dua pimpinan daerah lainnya. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menerima gelar Depati Susun Netro Tanah Sungai Penuh, sementara Bupati Kerinci, Monadi, dianugerahi gelar Depati Sinaro Bumi Sakti. Prosesi yang diiringi tabuhan gong ini disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda, ninik mamak, tokoh adat, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi.

​Usai menerima gelar tersebut, Gubernur Al Haris mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai adat sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan bahwa di tengah modernisasi yang bergerak cepat, adat adalah identitas yang harus terus dirawat.

​"Daerah boleh semakin maju dan modern, tetapi adat tidak boleh ditinggalkan. Kenduri Sko adalah semangat seluruh anak jantan dan anak betino untuk menjaga adat agar tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas," tegas Al Haris.

​Gubernur juga menitipkan pesan krusial terkait persatuan. Ia mengingatkan warga agar tidak terpecah belah oleh dinamika politik maupun kepentingan sesaat. "Kita ini satu. Kita adalah tim untuk membangun. Jadikan adat sebagai perekat persaudaraan di Sakti Alam Kerinci ini," imbuhnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris memberikan apresiasi atas kekompakan Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Ia menilai, sinergi kedua daerah yang tetap terjaga harmonis menjadi modal utama dalam memajukan wilayah masing-masing tanpa harus mengganggu hubungan antardaerah.

​Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, yang turut menerima gelar adat, menyatakan bahwa Kenduri Sko adalah bukti nyata semangat gotong royong yang masih melekat kuat di tengah masyarakat.

​"Adat adalah warisan terbesar. Kami berkomitmen untuk terus menjaga nilai musyawarah dan gotong royong, sekaligus membimbing generasi muda agar bijak menghadapi arus informasi digital yang saat ini sangat deras," ujar Alfin.

​Perayaan Kenduri Sko Enam Luhah tahun ini pun diakhiri dengan harapan kolektif agar tradisi ini terus lestari, menjadi pilar identitas yang memperkuat ikatan persaudaraan seluruh masyarakat di Sakti Alam Kerinci.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID