GMKI Komisariat UMA Adakan Diskusi Virtual Anak Muda dan Industri Kreatif

Penulis: Redaksi - Jumat, 11 September 2020 , 10:36 WIB
Diskusi virtual GMKI UMA
Istimewa
Diskusi virtual GMKI UMA


JERNIH.ID - Bonus Demografi menandakan angka usia produktif akan lebih dominan sedangkan Industri Kreatif adalah harapan baru untuk perekonomiaan ke depan. Untuk mendorong tentang itu spirit kepemudaan wajib digenjot agar kiranya berkecimpung dalam mengimplementasikan dalam karyanya.

Hal tersebut senada dengan dorongan GMKI Medan Komisariat Universitas Medan Area (UMA) untuk menyelenggarakan Diskusi Virtual yang bertemakan “Anak Muda & Industri Kreatif” pada hari Kamis, 10 September 2020 pukul 19.00 WIB melalui platform ZOOM Online Meeting.

Fransiscus Bonahara Damanik sebagai Ketua GMKI UMA dalam kata sambutannya menyatakan, tentunya kita punya dasar dalam membahas ini meski ditengah pandemik menyerang 195 negara bukan menghambat kita dalam berliterasi, ialah bonus demografi yang sedang berlangsung menjadi tanda anak muda akan mendominasi artinya gagasan yang lebih fresh bisa muncul.

"Industri kreatif merupakan langkah yang tersedia untuk dijajaki oleh anak muda dengan pola-pola inovatif dan kreatif dalam karya sehingga bisa memberi nilai manfaat bagi banyak orang," kata Fransiscus.

Diskusi Virtual ini menghadirkan beberapa pembicara antara lain; Anggota Komisi B DPRD Sumut, Guido Virdaus Hutagalung Vokalis Punxgoaran,Henry Hutapea Ketua DPD KNPI Pematang Siantar serta langsung dimoderatori Biro Komunikasi GMKI UMA Sekar Napitupulu.

Dalam perdiskusiaan yang berlangsung seru itu, Guido dari Punxgoaran menyampaikan meski pada kondisi saat ini, kita harus mampu berkreasi dengan karya karya yang menginspirasi,seperti yang terus di lakukan dengan menjual barang-barang popular saat ini.

"Kita berharap semoga pemerintah dapat lebih peka untuk memicu intesitas dan kualitas pegiat industri kreatif," ujar Guido.

Sedangkan Henry Hutapea menyampaikan, dari sisi kepemudaan saat ini dan kondisi saat ini pemuda harus bisa lebih maju, baik dari pola pikir maupun tindakan itu sendiri.

Menyambut hal itu Gusmiyadi juga mengatakan, memanfaatkan industri kreatif dengan sumber daya yang ada dapat membantu pendapatan masyarakat dan memajukan sehingga dapat menjawab tantangan.

Pada perdiskusiaan yang berlangsung lebih dua jam itu, beberapa pendapat terus berkembang hingga di akhir perdiskusiaan. Pada akhir perdiskusiaan Sekar Napitupulu menyimpulkan anak muda jangan sampai stag dijalan tetapi harus berani melangkah ke depan, dengan terus produktif dan kreatif sehingga bisa menghasilkan suatu pendapatan namun semua itu diiringi dengan laitihan dan pembelajaran.

Namun sebelum itu Fransiscus Bonahara Damanik sempat mengingatkan akan pentingnya instrument ini. “Kita akan memilihara kekonsistenan agar dapat mendayagunakan sektor Industri Kreatif pada ranah anak muda, mudah-mudahan perbincangan ini akan terus berlanjut” ujar Bona Damanik.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID