Harga Kedelai Naik, Pedagang di Pasar Angso Duo Akui Penjualan Tetap Seperti Biasa

Penulis: Anil Hakim , Editor: Muhammad Sapi'i - Kamis, 03 Maret 2022 , 15:20 WIB
Tahu tempe (ilustrasi)
Istimewa
Tahu tempe (ilustrasi)


JERNIH.ID, Jambi - Setelah beberapa waktu lalu harga kedelai sempat mengalami kenaikan, disusul dengan pengrajin tahu tempe yang mengancam akan melakukan mogok. Hal tersebut ternyata tidak terlalu berpengaruh bagi pedagang penjual tahu tempe khususnya di Jambi.

Salah satu pedagang tahu tempe di pasar angso duo baru Jambi mengungkapkan bahwa harga jual dari pengrajin kepada pedagang tetap seperti biasa tidak ada perubahan yang signifikan.

"Tempe tahu tidak pengaruh, tetap seperti biasa, yang buatnya itu yang pening," tutur Parto beberapa waktu lalu.

Ditanya terkait efek naiknya minyak goreng, Parto juga menjelaskan bahwa hal itu tidak berdampak sama sekali terhadap harga tahu tempe di pasaran.

"Ya harga itu biasa kalau pedagang besok naik, besok turun. Tahu tempe harga jualnya biasa lah tergantung kualitas barang. Kalau barang bagus kita jual agak tinggi, kalau lagi turun bisa jual agak murah," ujarnya.

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi beberapa waktu lalu juga menjelaskan terkait kenaikan harga kedelai bahwa Indonesia masih bergantung terhadap impor kedelai. Dirinya juga menambahkan bahwa sekitar 90 persen kedelai Indonesia itu diimpor dari luar negeri.

"Kementerian Lerdagangan juga sekarang sedang mengerjakan harga acuan untuk tahu tempe agar lebih stabil di pasaran," ungkapnya beberapa waktu lalu.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID