JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Koalisi Peduli Pemilu dan Demokrasi (Kopipede) menggelar Seminar Gerakan Sadar Pemilu dan Demokrasi Jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Tujuan seminar ini untuk mendidik masyarakat menjadi pemilih cerdas.
Acara yang dilangsungkan di Kedai Ombay ini dihadiri oleh sekitar 40 orang mahasiswa Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Syaifuddin yang sudah tergabung dalam Kopipede. Usai seminar aksi dilanjutkan dengan aksi simpatik sosialisasi pemilih cerdas dan bagi-bagi takjil gratis di Simpang Bank Indonesia.
Dalam pembukaannya, Ketua Kopipede Provinsi Jambi Bahren Nurdin mengatakan, dalam berdemokrasi dan melaksanakan pemilu perlu adanya tujuan. Ketika masyarakat tahu tujuan demokrasi dan pemilu, maka jalan untuk mencapai tujuan itu akan terbuka. Lalu apa tujuan dari demokrasi dan apa yang ingin dicapai dari pemilu?
“Short term oriented dari pemilu, terpilihnya pemimpin yang diharapkan. Sekarang persoalannya pemimpin seperti apa yang diharapkan?” ucap Bahren di Kedai Ombay, Jalan Teuku Umar, Telanipura Kota Jambi, Minggu (27/5/2018).
Bahren mengatakan, tentu masyarakat mengharapkan sosok pemimpin yang amanah, jujur, cerdas, adil, dan merakyat. “Ya boleh lah good looking,” kelakar Burhen.
Namun kemudian muncul pertanyaan bagaimana caranya mendapatkan pemimpin dambaan. Faktanya saja, Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola tersangkut kasus korupsi.
Bahren menyadari perlu adanya pendidikan politik kepada masyarakat, terutama generasi muda tentang pentingnya jadi pemilih yang cerdas. Hal itu didukung dengan undang-undang yang mengatur soal partisipasi masyarakat untuk menyukseskan pemilu dan demokrasi.
“Landasan pikir Kopipede bahwa pemimpin berkualitas dapat dipilih melalui pemilih yang cerdas, atau dibalik, pemilih yang cerdas akan memilih pemimpin yang berkualitas,” tukasnya.