JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan pertemuan perwakilan nelayan warga Kecamatan Kuala Jambi untuk mendengar keluhan nelayan mengenai maraknya Trawl di perairan Kuala Jambi
Perwakilan nelayan Kuala Jambi Ibrahim, mengeluhkan maraknya jaring pukat harimau (Trawl) beroperasi pada siang dan malam hari di perairan Kuala Jambi sampai perairan sabak timur. Dengan beroperasinya Trawl tersebut menyebabkan ribuan ikan dan bibit-bibit ikan kecil mati dan berimbas kepada nelayan jaring insang yang beroperasi di Sungai Batanghari.
"Beroperasinya Trawl tersebut membuat hasil tangkapan nelayan jaring insang yang biasanya mencapai 8 sampai 10 Kg setiap trip menjadi maksimal 2 Kg setiap tripnya," kata Ibrahim, Selasa (12/3/19).

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur Ibnu Hayat, menjelaskan akan memanggil perwakilan nelayan yang berada di Kampung Laut untuk membuat kesepakatan bersama.
"Apabila masih terjadi lagi hal tersebut pihak Dinas Perikanan akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.