Menakar Peluang Pimpinan Partai Politik di Jambi

Penulis: - Rabu, 10 Juli 2019 , 19:04 WIB


JERNIH.ID, Jambi - Jelang satu tahun lebih gelaran Pilgub akan digelar di Provinsi Jambi tepatnya tahun 2020 mendatang, beberapa bakal calon sudah mulai digadang-gadang akan bertarung yang merupakan Kepala Daerah Petahana diantaranya Fachrori Umar yang saat ini merupakan Gubernur Jambi, Cek Endra Bupati Sarolangun, Sy Fasha Walikota Jambi, Syafrial Bupati Tanjung Jabung Barat dan yang lainnya.

 

Namun, jelang acara hajatan 5 tahunan ini digelar, belum ada muncul nama-nama pimpinan partai politik di Jambi untuk ikut serta dalam Konstalasi Pilgub Jambi, seperti Ketua DPD PDIP Edi Purwanto, Ketua DPW PAN H Bakri, Ketua DPD Demokrat Burhanudin Mahir dan ataupun Ketua DPD Gerindra Sutan Adil Hendra.

 

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Jambi, Muhammad Farisi mengatakan tentunya peluang ketua partai politik untuk maju bertarung pada Pilgub Jambi jauh lebih diuntungkan karena posisinya sebagai ketua, yang tentu saja mampu menggerakkan mesin partai sampai ke akar rumput.

 

Tentunya saat ini banyak bakal calon punya peluang maju. Namun masih bingung karena belum punya kendaraan (parpol, red). Hal ini tentunya menguntungkan ketua partai, jika ingin maju.

 

"Kalau ketua partai mau maju juga harus punya modal diantaranya modal sosial popularitas, acceptabilitas dan electabilitas yang tinggi dan modal kapital yang cukup," kata Farisi kepada jernih.id, Rabu (10/7/19).

 

Dijelaskan Farisi, popularitas dan pengalaman yang dimiliki memang menjadi modal utama, namun apakah popularitasnya bisa mengkalahkan calon lain?. Lagian regulasi juga tidak menguntungkan mereka, karena harus mundur sebagai dewan.

 

"Rugi kalau ikut bertanding tapi tidak yakin menang," tegasnya.

 

Dari sisi regulasi, kepala daerah tentunya lebih diuntungkan, karena cukup cuti. Sedangkan ketua partai apabila menjabat sebagai anggota DPR/DPRD tentunya mereka harus mundur dari jabatannya apabila ingin maju di Pilkada serentak tahun 2020 mendatang.

 

Idealnya apabila ingin bertarung di Pilkada, ditambahkan Farisi tentunya harus menggunakan data hasil survei untuk mengetahui bagaimana tingkat penerimaan masyarakat sebagai bakal Cagub.

 

"Bisa jadi masyarakat lebih suka mereka (ketua partai) menjadi anggota DPR/DPRD daripada jadi Cagub," tambahnya.

 

Menurutnya, para ketua partai politik seperti, Edi Purwanto, H. Bakri, Burhanudin Mahir dan Sutan Adil Hendra sangat potensial apabila ikut maju dalam pencalonan Pilgub Jambi karena mereka sudah punya basis massa yang konkrit.

 

"Mereka tentunya mempunyai basis massa yang konkrit, faktanya terpilih sebagai anggota DPR RI dan ataupun DPRD Provinsi Jambi. Tergantung apakah mau berspekulasi maju pada Pilgub dengan berbagai pertimbangan, karena aturan harus mundur bila mau maju," tutupnya.

 

Untuk diketahui, pada Pileg yang baru saja dilakukan, PDIP berhasil menjadi pemenang di Provinsi Jambi dengan meraih 9 kursi serta juga menempatkan Edi Purwanto sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih. Adapun sebelumnya Edi merupakan Cawagub yang berpasangan dengan Hasan Basri Agus (HBA) pada Pilgub 2015 yang lalu, namun belum berhasil memenangkan Pilgub.

 

Sementara, Ketua DPW PAN Jambi H. Bakri untuk kali ketiganya terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi. Selain itu Ketua DPD Gerindra Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH) juga terpilih kembali menjadi anggota DPR RI Dapil Jambi untuk periode kedua kalinya.

 

Bebeda dengan Ketua DPD Demokrat Provisi Jambi, setelah menjabat sebagai Bupati Muaro Jambi dua periode, Burhanudin Mahir juga kembali terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Batanghari - Muaro Jambi.

 

Pada Pileg 2019 yang lalu, perolehan kursi di DPRD Provinsi Jambi untuk PAN, Demokrat, Gerindra dan Golkar meraih hasil yang sama yakni masing-masing memperoleh 7 kursi parlemen. Tentunya hasil itu membuka peluang besar untuk mengusung Pilgub Jambi sebagaimana ketentuan perundangan minimal di usung dengan 11 kursi DPRD Provinsi.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID