Menjaga Demokrasi dan Kesatuan Bangsa: Panggilan Ganjar Pranowo untuk Pemilu 2024

Penulis: Redaksi - Senin, 09 Oktober 2023 , 05:46 WIB
Bacapres Ganjar Pranowo
Ist
Bacapres Ganjar Pranowo


JERNIH.ID, Jambi - Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo dengan tegas menyatakan bahwa demokrasi adalah satu-satunya metode untuk mengakomodasi visi pendiri bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan negara yang sejahtera, damai, adil, berdaulat, dan dihormati di tingkat internasional. Upaya mewujudkan demokrasi ini akan terlihat melalui kompetisi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Menurutnya, setiap tindakan dalam konteks demokrasi harus diarahkan untuk memahami secara mendalam apa yang telah digariskan oleh para pendiri bangsa dalam visi berbangsa. Dengan itu, ia mengajak semua pihak yang akan bersaing dalam Pemilu 2024 untuk memiliki kesadaran akan hal ini.

 

Ganjar menekankan perlunya berkompetisi dengan mengedepankan gagasan, bukan memicu konflik; mendukung persatuan, bukan memecah belah; serta memelihara kerukunan, bukan kebencian. Semua ini demi menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Ganjar menggarisbawahi bahwa Pemilu 2024 bukanlah sekadar mengenai dirinya sendiri, melainkan tentang masa depan bangsa Indonesia dan kesejahteraan terhadap 280 juta penduduknya. Oleh karena itu, ia mengajak semua peserta Pemilu untuk tidak mengorbankan persatuan, perdamaian, dan kesatuan bangsa demi meraih kemenangan politik semata.

 

Ganjar mendesak semua peserta Pemilu untuk bersaing dengan etika yang sehat. Walaupun mereka bersaing secara ketat, ia menyerukan kerjasama demi Indonesia yang mereka cintai.

Dalam video berdurasi tujuh menit tersebut, Ganjar juga menceritakan bagaimana pengalaman masa lalunya sebagai rakyat biasa memengaruhi pandangannya terhadap kehidupan, termasuk dalam bidang politik.

 

Ganjar membagikan bahwa ia lahir dalam keluarga yang sangat sederhana. Kesederhanaan dan kesulitan masa lalunya justru membentuk dirinya menjadi apa yang ia adalah saat ini. Ia berbagi pengalaman ketika ibunya sering harus berhutang di warung, dan keluarganya bahkan pernah diusir dari rumah kontrakan. Kuliahnya hampir terhenti karena keterbatasan biaya.

Ganjar merasa bersyukur atas pengalaman hidupnya yang telah membantu ia memahami dan merasakan hidup sebagai rakyat biasa. Melalui pengalaman tersebut, ia bertekad bahwa jika diberi kesempatan memimpin, ia akan berjuang dengan segala kemampuannya agar tidak ada warga yang mengalami kesulitan tanpa ada yang memperhatikan.

 

Ganjar menegaskan bahwa ia mewarisi nilai-nilai kehidupan dari keluarganya yang sederhana, yang telah membimbingnya selama perjalanan hidupnya, termasuk saat terjun ke dunia politik. Ia mengatakan bahwa ia mempelajari keberanian, ketaatan, kerja keras, dan kesetiaan kepada tujuan dari ayahnya, sedangkan dari ibunya, ia belajar tentang kasih sayang, ketulusan, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta keteguhan dalam menjalani kehidupan. Orang tua Ganjar juga sering mengajarkannya untuk tidak pernah menyerah.

 

Lebih lanjut, Ganjar menekankan pentingnya menghormati dan melibatkan perempuan dalam membangun negara. Ia menegaskan bahwa kasih sayang dan ketulusan perempuan dalam membesarkan generasi muda adalah hal yang sangat penting. (*/JR2).

 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID