Panas! Saling Dorong Warnai Aksi Demo PMII di Merangin

Penulis: Upro , Editor: Muhammad Syafe'i - Kamis, 08 Oktober 2020 , 13:57 WIB
Aksi Demo di Merangin
Istimewa
Aksi Demo di Merangin


JERNIH.ID, Merangin - Gelombang protes ditetapkannya Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus mengalir di berbagai daerah. Aksi demontrasi juga terpantau di Kabupaten Merangin, Kamis (8/10/2020).

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Merangin, pukul 10.00 Wib pagi terlihat bergerak dari kantor DPD KNPI Merangin, memenuhi jalan utama depan kantor bupati Merangin.

Mahasiswa melakukan aksi boikot jalan dengan membentuk lingkaran di persimpangan Empat depan kantor bupati Merangin, tak ayal arus lalu lintas menjadi terhenti. Aparat kepolisian terliat sibuk mengatur arus laju kendaraan.

Baca juga: Aksi Demo Mahasiswa Berlanjut, Tembakan Gas Air Mata Semakin Banyak

"Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja tidak sejalan dengan cita cita bangsa. Tidak berpihak ke masyarakat lemah, masyarakat kecil, menindas buruh dan justru menguntungkan elit elit tertentu" teriak orator ditengah massa.

Puas berorasi di depan kantor bupati, massa PMII terus bergerak di kantor DPRD Merangin. Sampai di gedung dewan mahasiswa sudah dihadang dengan blokade aparat kepolisian dan Satpol PP di depan pintu masuk utama gedung DPRD.

"Kami datang kesini atas nama rakyat, meminta DPRD Merangin untuk sama sama menolak undang undang cipta kerja. Tanpa terkecuali semua anggota dewan," ujar Rian Harianto orator aksi mahasiswa.

Suasana aksi yanga awalnya berjalan dengan tertib beberapa saat kemudian tiba tiba riuh dan panas, terjadi saling dorong antara massa PMII dengan aparat, karena keinginan massa untuk masuk ke ruang Paripurna tidak diakomodir.

Baca juga: Usai Edi Menyampaikan Orasi, Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja Ricuh

"Kami mau masuk ke dalam pak dewan, kita dialog dan tanda tangan petisi penolakan undang undang cipta kerja ini di dalam," pekik seorang massa mahasiswa.

Namun keingin mahasiswa tak juga diakomodir hingga perdebatan terus memanas. Namun akhirnya mahasiswa dan angggota dewan sepakat untuk dialog di lapangan depan kantor DPRD.

Mahasiswa dan semua anggota dewan yang hadir sepakat menolak Omnibus Law Cipta Kerja dan menandatangani di depan mahasiswa. Terlihat hadir ditengah massa mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Merangin, A Kausari beserta sejumlah anggota.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID