JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Belasan pedagang yang masih menguhi bangunan dipasar Angso duo lama menolak untuk digusur, Pasalnya, mereka masih bersikeras menolak karena mereka mengaku proses pengadilan belum diputuskan, yang mana hingga saat ini sedang dalam proses hukum.
Sementara terlihat puluhan pedagang, menghadang alat berat yang akan menggusur bangunan yang ditempati mereka.
"Kami tidak mau ribut-ribut, kami maunya cari jalan damai. Duduk bersama," ungkap pedagang.
Akibat pemberontakan tersebut petugas yang ada di lapangan kesulitan untuk merobohkan sisa bangunan yang ada di Pasar Angso Duo Lama yang tak lama lagi akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Agar tidak ada jatuh korban, eksekusi bangunan di Pasar Angso Duo Lama Jambi dihentikan sementara karena pihak pedagang menolak dieksekusi dan mengajak pihak pemerintah untuk duduk bersama.
Disisi lain Pemerintah Provinsi Jambi melalui Asisten lll Sudirman mengatakan pihaknya akan berembuk kembali dengan para pedagang guna membahas keinginan pedagang sekaligus kembali memberikan tenggang waktu kepada para pedagang.
"Kita akan diskusikan masalah ini, kebenarannya memang. Secara real kan sudah jelas, bahwa mereka berada di lahan milik Pemerintah. Kita menerapkan peraturan undang-undang menetapkan perda, dan kita hormatilah karena permintaan mereka untuk minta dipasilitasi untuk duduk bersama kita hormati," ujarnya, Rabu (30/1/19)
Dirinya menjelaskan bahwa memang sebelumnya para pedagang melakukan gugatan kepengadilan terkait permohonan ganti rugi.
"Dia melakukan gugatan kepengadilan, terkait dengan permohonan ganti rugi mereka berdagang disini. Jadi sah-sah saja mereka melakukan gugatan, kami juga menjalankan tugas untuk menjalankan tugas dari pemerintah. Karenakan ini tidak bisa berkeadilan juga kalau yang lain pindah tapi yang ini tidak pindah, tapi yaa okelah kita hormati itu untuk duduk bersama," lanjutnya.
Masih dikatakan Sudirman, untuk jumlah pedagang pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti berapa jumlah pedagang yang masih menghuni bangunan tersebut.
"Saya kurang tahu, tapi yang jelas kita akan panggil besok untuk mengajak duduk bersama, mudah-mudahan bisa besok dihari jumat," ungkapnya.