SKK Migas dan Pertamina EP Jambi ajak masyarakat jaga objek vital nasional JERNIH.ID, JAMBI – SKK Migas Sumbagsel bersama Pertamina EP Jambi mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan fasilitas hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini dinilai vital mengingat area operasional tersebut merupakan objek vital nasional penopang pasokan energi.
Seruan ini mengemuka di tengah maraknya aspirasi warga terkait tumpang tindih lahan Barang Milik Negara (BMN) dan sertifikat tanah milik masyarakat di Kota Jambi.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, menegaskan bahwa keberlangsungan operasi hulu migas berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan energi publik serta roda perekonomian nasional.
"Operasi migas di Jambi ini bukan semata-mata kepentingan perusahaan, melainkan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan negara. Kami mengajak semua pihak bersama-sama menjaga keamanan operasionalnya," ujar Bambang.
Bambang menegaskan, SKK Migas sangat menghormati hak warga untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, ia meminta penyampaian pendapat tersebut tidak sampai merusak atau mengganggu akses operasional fasilitas migas.
Pihaknya mendorong penyelesaian sengketa tanah ini lewat mekanisme yang berlaku, seperti dialog transparan, verifikasi data, dan koordinasi bersama instansi berwenang.
Senada dengan hal tersebut, General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, memastikan komitmen perusahaan untuk menjalankan operasi yang aman dan harmonis bersama warga sekitar.
Pertamina EP Jambi terus berkoordinasi aktif dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), KPKNL, serta instansi pertanahan untuk mencari solusi yang adil.
"Kami memahami harapan masyarakat untuk memperoleh kepastian hukum. Pertamina EP menghormati proses yang berjalan dan mendukung penyelesaian secara objektif serta transparan," tegas Luthfi.
Luthfi menambahkan, dukungan warga dalam menjaga kondusivitas area tambang sangat menentukan keselamatan kerja, keasrian lingkungan, hingga kelancaran pasokan energi nasional.
Melalui komunikasi yang terbuka, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi optimistis proses penyelesaian sengketa lahan dapat berjalan konstruktif tanpa mengorbankan kepentingan strategis negara. (*/JR2)