Tahap Pertama Resmi Dibuka Pemerintah, Ini Syarat Pendaftar Kartu Prakerja

Penulis: Redaksi - Ahad, 12 April 2020 , 15:38 WIB
Ilustrasi
Istimewa
Ilustrasi


JERNIH.ID, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia telah resmi membuka pendaftaran Kartu Prakerja tahap pertama melalui situs resmi www.prakerja.go.id.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan syarat-syarat paserta mendaftar Kartu Prakerja yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

“Program Kartu Prakerja ini merupakan program bantuan biaya bagi para pencari kerja, biaya pelatihan dan insentif pekerja, serta pelaku UMKM yang mengalami penurunan daya beli dan kehilangan pekerjaan akibat virus corona (Covid-19),” kata Airlangga, seperti dilansir dari Setkab, Sabtu (11/4/2020) kemarin.

Menko Perekonomian menjelaskan untuk gelombang pertama ini akan dibuka hingga 16 April 2020 pukul 16.00 WIB dan pendaftran ini dibuka setiap saat 24 jam, 7 hari dalam semimggu.

“Pengumumuan gelombang pertama Kartu Prakerja ini akan diumumkan pada 17 April 2020,” jelasnya.

Adapun cara pendaftarannya dikatakannya nantinya akan ada tiga tahapan, yang pertama setiap pendaftar diharuskan membuat akun Prakerja di situs www.prakerja.go.id.

“Setelah itu, pendaftar memasukkan biodata, seperti nama, tempat/tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan sebagainya. Data akan diverifikasi ke Kementerian/Lembaga (K/L) terkait,” jelasnya.

Kemudian yang kedua pendaftar mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama kurang lebih 15 menit dan yang ketiga, pendaftar bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka.

“Setiap minggunya, mulai 11 April 2020 sampai minggu ke-4 November 2020, akan dibuka kuota untuk sekitar 164 ribu peserta,” ungkapnya.

Lalu Bagaimana jika nantinya peserta Kartu Prakerja tidak lolos pendaftaran tahap awal ini, mengenai hal ini Menko Perekonomian mengatakan peserta nantinya masih bisa mendaftar pada tahap lainnya.

“Direncanakan akan ada 30 gelombang pendaftaran Kartu Prakerja hingga akhir tahun 2020, dan total anggaran yang disediakan pemerintah sekitar Rp 20 triliun,” ungkapnya.

Setiap penerima Kartu Prakerja, menurut Menko Perekonomian, akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp3.550.000, yang terdiri dari:

Satu, Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1.000.000 yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra

Dua, Insentif yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta. Insentif ini terdiri dari dua bagian:

a. Insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp2.400.000).

b. Insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp150.000).



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID