JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Intensifikasi Pengawasan Pangan Takjil di Pasar Bedug wilayah Provinsi Jambi terus dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi.
Kepala BPOM Jambi, Ujang Supriyatna mengatakan kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan Takjil di Pasar Bedug di wilayah Provinsi Jambi dilakukan oleh BPOM Jambi bersama lintas sektor terkait, dilakuakan di 7 Kabupaten/Kota.
"7 Kabupaten/Kota kita lakukan intensifikasi, 379 sampel kami uji dari hasil kegiatan tersebut," ujar Ujang kepada jernih.co.id, Kamis (24/5/18).
Sambung Ujang, rekap sementara hasil uji terhadap 4 parameter uji (Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Metanyl Yellow), dari jumlah total 379 sampel, sejumlah 378 sampel memenuhi syarat (MS) dan hanya 1 sampel tidak MS.
"1 sampel tidak MS karena mengandung Rhodamin B (pewarna tekstil) yaitu pada cendol merah di pasar bedug Sengeti Muaro Jambi," jelas Ujang.
Berikut 7 Kabupaten/Kota yang dilakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan Takjil di Pasar Bedug wilayah Provinsi Jambi oleh BPOM Jambi
1. Kota jambi : 155 sampel, semuanya Memenuhi Syarat (MS),
2. Muaro Jambi: 52 sampel, 1 sampel Tidak Memenuhi Syarat (TMS), yaitu cendol mengandung Pewarna Tekstil (Rhodamin B),
3. Batanghari : 66 sampel, semua MS.
4. Kerinci : 20 sampel, semua MS.
5. Sungai Penuh : 38 sampel, semua MS.
6. Tanjung Jabung Barat : 25 sampel, semua MS.
7. Tanjung Jabung Timur : 22 sampel, semua MS.