JERNIH.ID, Jambi - Wacana Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja dari rumah yang dibahas Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) masih hangat dibicarakan masyarakat.
Menangapi hal ini, Dosen UIN Raden Fattah Palembang yang juga Dosen di STAI An Nadwal Kuala Tungkal, Ahmad Harun Yahya, S.Sos, M.Si menyatakan bahwa mengenai ASN bisa kerja dirumah memang banyak menimbulkan pro kontra di masyarakat.
"Tentunya hal ini banyak terjadi pro kontra di masyarakat, karena memang citra negatif Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap kerap bolos dan malas masih sangat lekat di masyarakat," kata Harun kepada jernih.id, Sabtu (24/8/19).
"Akan tetapi, ini baru wacana dan kita pun belum tahu teknisnya akan seperti apa.
Tentu tidak semua profesi bisa dikerjakan dirumah. Guru, tenaga kesehatan misalnya tentu tidak bisa kerja dirumah dan melayani pasien di rumah," tambahnya.
Dijelaskannya, beberapa profesi yang bisa dkerjakan dirumah misalnya bidang IT, programer, design grafis dan lain-lain yang memang kerjanya juga kadang 24 jam.
"Kita saat ini terlalu jauh bicara ASN kerja dirumah, padahal masih banyak yang perlu dibenahi terkait disiplin dan integritas ASN.
MenPAN-RB sebaiknya fokus membenahi itu terlebih dahulu daripada membuka wacana yang justru menimbulkan masalah dibawah," ujarnya.
Kerja dirumah, dikatakan Harun tentunya dengan model kerja star up. Namun pertanyaannya apakah bisa ASN kita bisa lebih produktif jika kerja dirumah sedangkan masih banyak persoalan yang perlu dibenahi dan dikantor saja seringkali terlihat masih malas-malasan.