Apa itu Pengertian Ekonomi Moneter

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Ahad, 07 Agustus 2022 , 14:30 WIB
Ilustrasi ekonomi moneter
Istimewa
Ilustrasi ekonomi moneter


JERNIH.ID - Meta Deskripsi: Membahas tentang Pengertian Ekonomi Moneter

Perekonomian suatu negara juga perlu diatur sebagaimana juga perekonomian keluarga dan perorangan, atau perekonomian suatu perusahaan secara micro. Bedanya, dalam pengelolaan keuangan suatu negara dan dunia dalam skala besar maka ada faktor-faktor makro. Berikut ini pembahasannya.

Apa itu Pengertian Ekonomi Moneter

Tiap ahli dan praktisi ekonomi moneter memiliki definisinya masing-masing. Pada intinya ekonomi moneter adalah salah satu bagian dari ilmu ekonomi mengenai kebijakan ekonomi secara makro yang akan mempengaruhi perkembangan variabel moneter, seperti uang beredar, dan nilai tukar, juga suku bunga serta inflasi dan deflasi guna mencapai tujuan yang diinginkan. Mencakup sifat serta fungsi dan pengaruh uang terhadap aktivitas perekonomian.

Apa itu Kebijakan Ekonomi Moneter

Kebijakan ekonomi moneter dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara dalam hal ini biasanya adalah lembaga bank sentral suatu negara. Jadi kebijakan moneter hanya akan mampu mempengaruhi dari sisi moneternya saja, sedangkan sisi kebijakan fiskalnya akan dilaksanakan oleh pihak pemerintah, yang meliputi presiden dan menteri keuangan beserta segenap jajarannya, dari atas hingga ke bawah.

Dengan stimulus fiskal sebagai salah satu jenis kebijakannya. Baik itu kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal harus berjalan dengan secara serasi dan kompak agar mencapai tujuan bersama yang ingin dicapai. Jika kebijakan moneter lebih menyentuh sektor perbankan dan lembaga institusi keuangan lainnya maka kebijakan fiskal akan lebih bisa menyentuh sektor riil.

Dampak Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter ialah suatu kebijakan yang tujuannya untuk mencapai keseimbangan internal seperti, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan stabilitas harga, serta pemerataan pembangunan, lalu juga keseimbangan eksternal, seperti keseimbangan neraca pembayaran, juga tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni guna menjaga stabilitas ekonomi yang bisa diukur dengan kesempatan kerja, dan kestabilan harga dan neraca pembayaran internasional yang seimbang.

Apabila terjadi gangguan dalam kestabilan kegiatan perekonomian, baik pada ekonomi suatu negara atau dunia, maka kebijakan moneter bisa digunakan untuk memulihkannya hingga tercapai stabilisasi kembali. Pengaruh kebijakan moneter secara langsung dan pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang lalu akan merembet ditransfer ke sektor riil. Kebijakan moneter pada dasarnya ialah upaya guna mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.

Guna mencapai tujuan tersebut, maka Bank Sentral atau Otoritas Moneter akan berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang supaya inflasi bisa terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh serta kelancaran dalam pasokan distribusi barang.

Jenis Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter bisa dilakukan antara lain dengan salah satu .tapi tidak terbatas pada instrumen seperti berupa suku bunga, dan giro wajib minimum, juga intervensi di pasar valuta asing serta sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang ketika mengalami kesulitan likuiditas, the lender of the last resort istilahnya. Baik kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal bisa dilakukan dengan melakukan kontraksi atau sebaliknya, ekspansi.

Pengendalian Inflasi

Kebanyakan inflasi, yakni kenaikan harga barang secara umum dengan terus menerus, lebih efektif diatasi dengan kebijakan fiskal yang langsung menyentuh sektor riil daripada kebijakan moneter.

Itulah mengenai apa yang dimaksud dengan ekonomi moneter yang cenderung tumpul, jika dibandingkan dengan kebijakan fiskal.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID