Cara Handal Ganjar Pranowo Untuk Memajukan UMKM di Tanah Air

Penulis: Redaksi - Sabtu, 07 Oktober 2023 , 07:15 WIB
Ganjar Pranowo (dua dari kiri) konsisten beri dukungan kepada UMKM dan pedagang pasar tradisional
Ist
Ganjar Pranowo (dua dari kiri) konsisten beri dukungan kepada UMKM dan pedagang pasar tradisional


JERNIH.ID, Jambi - Ganjar Pranowo, yang menjadi kandidat presiden pada tahun 2024, secara berulang kali menekankan urgensi melindungi serta memberikan dukungan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beserta pedagang pasar tradisional.

Gubernur Jawa Tengah yang telah menjabat selama dua periode ini menggarisbawahi bahwa perlindungan terhadap penjual offline tidak bisa dilakukan hanya dengan menutup platform TikTok Shop. Menurut Ganjar, pelaku UMKM memerlukan bantuan agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.

Selama masa jabatannya sebagai gubernur, Ganjar telah dengan antusias memperjuangkan UMKM dan pasar tradisional. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang telah diambil oleh Ganjar dalam mendukung perkembangan UMKM:

1. Membantu UMKM dengan Akses Permodalan Kredit Murah dan Bunga Rendah

Pada tahun 2021, Ganjar Pranowo meluncurkan program kredit Bank Jateng Lapak dengan tingkat bunga sebesar 2 persen. Sejak tahun 2017, ketika Ganjar menjabat sebagai gubernur, dia telah memimpin inisiatif untuk memberikan kredit dengan tingkat bunga yang rendah kepada UMKM. Saat itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bermitra dengan Bank Jateng untuk meluncurkan program bernama Kredit Mitra Jateng (KMJ) 25, yang menawarkan kredit tanpa agunan fisik dengan tingkat bunga sebesar 7 persen. Langkah ini merupakan kemajuan signifikan karena berhasil menurunkan tingkat bunga dari 12 persen menjadi 7 persen, yang tentunya mengurangi beban bagi peminjam.

2. Pembinaan dan Pendampingan UMKM

Ganjar Pranowo menunjukkan perhatian yang besar terhadap para pelaku UMKM dengan meluncurkan beragam program pelatihan melalui Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah. Pada tahun 2013, ketika Ganjar pertama kali menjabat sebagai gubernur, jumlah UMKM yang mendapat binaan dari Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah sebanyak 90.339 unit. Namun, pada tahun 2023, jumlah ini telah meningkat menjadi 184.564 unit.

Pertumbuhan UMKM ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Pada tahun 2013, jumlah pekerja UMKM di Jawa Tengah adalah 480.508 orang, namun pada kuartal II-2023, angka ini meningkat menjadi 1.341.561 orang. Peningkatan ini juga tercermin dalam pertumbuhan pendapatan, dengan pendapatan UMKM di Jawa Tengah yang mencapai Rp 20,345 triliun pada tahun 2013 naik menjadi Rp 68,387 triliun pada kuartal I 2022.

3. Lapak Ganjar

Lapak Ganjar adalah program yang dimulai oleh Ganjar Pranowo sebagai upaya untuk mendukung produk UMKM selama masa pandemi Covid-19. Melalui program ini, Ganjar membantu UMKM dalam mempromosikan produk mereka. Dia juga memanfaatkan akun Instagram pribadinya yang memiliki 6,1 juta pengikut sebagai media periklanan gratis bagi para pelaku UMKM.

Kesuksesan Lapak Ganjar membuatnya menerima permintaan dari pelaku UMKM di berbagai daerah, dan saat ini program Lapak Ganjar terbuka untuk UMKM di seluruh Indonesia. Selama periode 2020-2023, Lapak Ganjar telah menjadi endorser bagi 3.365 UMKM, dengan jumlah permintaan endorsement mencapai 3.572.

4. Hetero Space

Selama kepemimpinannya di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki visi besar untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi digital yang berbasis pada UMKM. Untuk mewujudkan visi ini, dia meluncurkan Hetero Space, sebuah ruang kerja bersama atau co-working space serta pusat kreatif untuk memfasilitasi kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta yang profesional. Sejak tahun 2020 hingga 2022, Hetero Space Jateng yang berlokasi di Semarang, Surakarta, dan Banyumas telah menjadi tempat bagi lebih dari 2.000 tim startup dan juga menjadi pusat komunitas industri kreatif di berbagai daerah.

5. Blangkon Jateng

Blangkon Jateng adalah singkatan dari Belanja Langsung Toko Online Jawa Tengah. Program ini berfungsi sebagai marketplace bagi UMKM dan supplier. Saat ini, Blangkon Jateng memiliki lebih dari 9.021 penyedia barang/jasa, terdiri dari 4.250 badan usaha dan 4.646 unit non-badan usaha, dengan jumlah produk yang dipamerkan mencapai 278.212. Pada tanggal 2 Agustus 2023, nilai transaksi di Blangkon Jateng mencapai Rp545,7 miliar.

6. Memfasilitasi Sertifikasi Halal

Di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sertifikasi halal menjadi faktor penting dalam pemasaran produk. Oleh karena itu, Ganjar Pranowo membantu UMKM produk makanan dan minuman untuk mendapatkan sertifikasi halal, yang didanai oleh APBD Jawa Tengah. Sampai akhir tahun 2022, sekitar 2.144 UMKM di Jawa Tengah telah berhasil mendapatkan sertifikat halal melalui program ini. (*/JR2).



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID