Ganjar Pranowo tampil sebagai pembicara dihadapan ribuan Mahasiswa Baru Kampus Universitas Pancasila JERNIH.ID, Jambi - Pandangan seorang pengamat politik terhadap Ganjar Pranowo bisa sangat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan latar belakang pribadi masing-masing pengamat. Pengamat politik dapat memiliki berbagai pandangan berdasarkan penilaian mereka terhadap kinerja dan tindakan Ganjar Pranowo selama berkarier dalam politik. Berikut beberapa pandangan yang dapat dimiliki oleh pengamat:
1. Independensi Politik : Pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, mengungkapkan pandangannya terhadap Ganjar Pranowo, sebagai sosok yang memiliki independensi politik yang cukup kuat dan tidak terpengaruh oleh pihak lain serta bukan pemimpin boneka. Menurut Saidiman, independensi Ganjar Pranowo terlihat jelas dari rekam jejaknya selama menjabat sebagai gubernur di Jawa Tengah selama 10 tahun terakhir.
2. Gagasan Yang dibutuhkan Bangsa : Peneliti senior Ipsos Public Affairs Arif Nurul Imam menilai tujuh gagasan strategis yang disampaikan bakal calon presiden (Bacapres) PDIP Ganjar Pranowo sewaktu tajuk acara “Tiga Bacapres Bicara Gagasan” di Kampus UGM, merupakan gagasan yang dibutuhkan bangsa Indonesia. "Gagasan Ganjar yang disampaikan itu tentu gagasan baik semuanya bagi bangsa ini. Gagasan yang dibutuhkan bangsa Indonesia,". Ia menyarankan agar tujuh gagasan Ganjar tersebut menjadi program dan langkah aksi nyata sehingga tidak hanya jadi jargon semata.
3. Bukan politik identitas : Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai munculnya calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo dalam azan di stasiun televisi RCTI bukan sebagai bentuk politik identitas. Dia menilai kemunculan Ganjar seperti itu sama halnya seperti kemunculan tokoh politik dalam iklan ucapan hari-hari besar keagamaan lainnya. "Jelas bukan politik identitas. Politik identitas tak sederhana begitu definisinya. Itu hanya tayangan orang sholat. Mengajak kebaikan," begitu ujarnya.
4. Survei terhadap kelompok Gen Z : Pengamat komunikasi, Nining Subekti menilai ada peningkatan dukungan terhadap Ganjar Pranowo dari kelompok GenZ berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Kompas dan SMRC bulan Agustus 2023 serta dari berbagai sumber survey. Nining mengatakan peningkatan itu tak lepas dari cara Ganjar dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi. “Berdasarkan hasil survey dari berbagai sumber survey ternyata mengindikasikan adanya peningkatan dukungan terhadap Ganjar Pranowo dari kelompok GenZ,” ujar Nining.
5. Citra Negatif Petugas Partai : Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, kalau bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo tengah berupaya mengubah citra negatif sebagai “petugas partai” yang melekat pada dirinya. Hal itu dinilainya melalui pernyataan-pernyataan tegas Ganjar di depan publik. Dimana Ganjar selalu tampil sebagai sosok yang independen dan tak mudah disetir. “Saya kira memang Ganjar harus menunjukkan independen karena memang salah satu yang menjadi hambatan dan kendala Ganjar Pranowo adalah narasi petugas partai dan Ganjar dibawah kendali partai,” kata Karyono.
6. Berani Ambil Resiko Selesaikan Masalah : Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan, kelebihan Ganjar yang cukup menonjol yakni berani ambil risiko dalam menyelesaikan masalah. Sejumlah capaian saat ini sudah sangat dirasakan masyarakat, khususnya warga Jawa Tengah. Karena Ganjar banyak menggunakan simbol kearifan lokal untuk membawa perubahan di masyarakat. Itulah yang membuat Asvi Warman yakin bahwa Ganjar bakal membawa energi besar untuk kemajuan Indonesia.
Penting untuk diingat bahwa pandangan seorang pengamat politik tidak selalu mencerminkan pandangan umum masyarakat. Selain itu, pandangan bisa berubah seiring waktu berdasarkan tindakan dan kebijakan yang diambil oleh seorang politisi. (*/JR2).