Penggiat Lingkungan Bersama Mapala Pamsaka Harap Capres Atasi Isu Lingkungan Secara Konkrit

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Selasa, 30 Januari 2024 , 13:10 WIB
Penggiat lingkungan dan Mapala Pamsaka Kuala Tungkal
Dok Mapala Pamsaka
Penggiat lingkungan dan Mapala Pamsaka Kuala Tungkal


JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Penggiat lingkungan di Tanjung Jabung Barat dan Mapala Pamsaka berharap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2024 memiliki solusi konkrit mengenai persoalan lingkungan.

Penggiat lingkungan di Kuala Tungkal, Windi menilai ketiga Paslon Capres di Pemilu 2024 belum ada yang berani menyuarakan isu penyelamatan lingkungan secara konkrit.

"Mengingat peliknya permasalahan lingkungan dibutuhkan langkah progresif untuk memastikan isu kelestarian alam ini menjadi agenda yang diprioritaskan," kata Windi, Selasa (30/1/2024).

Ia menambahkan salah satu caranya dapat ditempuh melalui jalur politik, dengan komitmen politik yang kuat dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat, maka langkah mitigasi terhadap krisis lingkungan itu dapat dilakukan secara masif.

"Sampai hari ini kesadaran politik terhadap isu lingkungan itu tampaknya masih relatif rendah, bahasan isu lingkungan sering kali ditempatkan hanya sebagai pelengkap," ujarnya.

Windi juga menambahkan, bahkan banyak kebijakan yang terkesan meminimalisasi kajian terhadap aspek lingkungan sehingga perlu komitmen politik untuk menguatkannya kembali.

Sementara itu Ketua Umum Mapala Pamsaka Husnul Baharudin mengatakan, banyak janji manis yang diucapkan dengan bermacam - macam narasi untuk kepentingan masyarakat, namun yang terjadi masyarakat masih merasakan pahitnya hasil bumi mereka sendiri.

"Hutan di garap, air di cemari dan perut bumi di tambang demi mengatas namakan kepetingan lingkungan dan masyarakat dibungkam demi terlaksananya komoditi prioritas yang menjadi tulang punggung pemasukan," ujar Bahar

"Bagaikan arus yang deras mendaki puncak tertinggi semua itu tidak akan mungkin terjadi, maka kita perlu kontribusi untuk mengawasi masa depan pribumi. Salam lestari," tegasnya.

Disisi lain Miftahul Amin selaku Demisioner Mapala Pamsaka membahas kontes demokrasi tertinggi di Pemilu 2024 ini, dari ketiga pasangan capres dan cawapres.

"Ketiga pasangan capres dan cawapres ini diharapkan lebih menonjolkan komitmennya untuk isu lingkungan," sambung Amin.

Dalam hal ini kita menyoroti catatan prestasi serta kekurangan tiga capres di Pemilu 2024, menurutnya tidak ada Capres yang memiliki prestasi sangat baik dalam menangani isu lingkungan saat menjadi birokrat di lemerintahan.

Amin kembali menegaskan, mereka berupaya bersama untuk mendesak calon pemimpin Indonesia mendeklarasikan krisis iklim dan merinci langkah-langkah konkrit untuk mengatasi isu ini.

"Bagaimana bisa mengatasi secara konkrit jika mereka masih menerima dana Kampanye dari industri batubara, minyak, dan gas, atau parahnya mereka bagian dari industri tersebut," tegasnya.

"Saya berharap visi misi yang digancangkan bukan hanya menjadi fatamorgana. Kami Mapala Pamsaka bersama penggiat lingkungan akan terus mengawal dan kritis jika terkait isu lingkungan," tutupnya.(*/JR4)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID