Telah Disepakati, Ini Penampakan Desain Surat Suara untuk Pemilihan Presiden

Penulis: - Ahad, 06 Januari 2019 , 19:06 WIB


JERNIH.CO.ID, Jakarta - Penandatanganan persetujuan perwakilan peserta pemilu terkait desain surat suara telah dilakukan dan disaksikan oleh KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kantor KPU di Jakarta, Jumat (4/1) kemarin. Kesepakatan ini dilakukan setelah KPU dan tim kampanye kedua pasang calon presiden dan wakil presiden menyetujui desain surat suara untuk Pemilihan Presiden 2019. 

 

Dalam desain surat suara buat Pemilihan Presiden 2019 itu, tercantum foto pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, serta pasangan kandidat nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Foto kedua pasangan calon berlatar bendera merah putih. Tercantum pula nomor urut masing-masing pasangan calon.

 

Di surat suara nomor urut 01, calon petahana Joko Widodo dan pendampingnya, Ma'ruf Amin, sama-sama berbaju koko putih dipadu peci hitam. Di bawah foto mereka, tercantum logo gabungan partai politik pengusung, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasional Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Hati Nurani Rakyat, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

 

Capres nomor urut 1 Jokowi saat bersama Capres nomor urut 2 Prabowo saat menghadiri acara dimulainya kampanye/VOA Indonesia

 

Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memilih mengenakan kemeja berwarna putih dengan jas hitam dan dasi berwarna merah. Keduanya juga terlihat memakai kopiah berwarna hitam. Di bawah foto mereka, terdapat lambang gabungan partai politik pengusul, yaitu Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Demokrat.

 

Menurut Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, desain surat suara yang disepakati inilah yang nantinya akan dicetak oleh KPU sebagai logistik pemilu.

 

"Hari ini kan dilakukan validasi dan persetujuan atas desain surat suara untuk Pilpres maupun Pemilu Legislatif untuk khusus DPR RI. Itu diwakili atau dihadiri oleh masing-masing wakil dari partai politik maupun tim kampanye nasional masing-masing," ujar Pramono.

 

Pramono memastikan desain surat suara itu sudah final karena sudah mengalami banyak perbaikan. Sebab KPU telah mengadakan berkali-kali pertemuan untuk membahas desainsuara tersebut.

 

Dia menambahkan mereka yang menandatangani desain terakhir surat suara itu harus mendapat mandat dari partainya. Desain surat suara telah disepakati tersebut rencananya akan dicetak pertengahan Januari 2019. Saat ini, tahapan pengadaan surat suara masih dalam proses lelang.

 

Proses lelang surat suara sendiri sedang dalam masa sanggah. Artinya, sudah ada pemenang tender, tetapi masih dibuka kesempatan bagi pihak yang kalah tender jika ingin menyanggah atau keberatan.

 

Seperti kebutuhan lainnya untuk pemilihan umum, proses lelang surat suara, lanjut Pramono, menggunakan catalog elektronik dan sudah dilakukan sejak pemilihan kepala daerah secaralangsung dan serentak pada 2017. Dia meyakini proses lelang secara elektronik ini jauh lebih transparan dan lebih hemat anggaran.

 

Lebih lanjut Pramono menjelaskan distribusi pengiriman logistic pemilihan umum, termasuk surat suara, akan diprioritas kedaerah-daerah memiliki kondisi geografis lebih berat untukdijangkau, seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

 

Selain Komisioner KPU dan Bawaslu, hadir pula dalam acara validasi dan persetujuan tersebut Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabwo Subianto- Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, serta Direktur Program Tim KampanyeNasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID