Ganjar Pranowo (baju batik) bersama teman disabilitas JERNIH.ID, Jambi - Mantan Gubernur Jawa Tengah sekaligus Bacapres dari PDIP, Ganjar Pranowo telah berupaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.
Selama kepemimpinan Gubernur Ganjar, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng memfasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi UMKM, termasuk penyandang disabilitas. Pendampingan dan pelatihan kewirausahaan diberikan di Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) dan UMKM, Jalan Berdikari Raya Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Sekretaris Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus mengatakan, pihaknya memfasilitasi empat jenis pelatihan. Ini termasuk pelatihan kejuruan, pelatihan manajemen, pelatihan kooperatif dan pelatihan keterampilan koperasi.
Ia mengatakan penyandang disabilitas didorong untuk berpartisipasi dalam pelatihan kejuruan atau mempelajari keterampilan bisnis yang efektif. Misalnya pelatihan menjahit, tata rambut, fashion, katering, barista, dan membatik.
Sementara itu, Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pelatihan dan pendampingan merupakan langkah awal bagi penyandang disabilitas untuk terus menciptakan produk yang bernilai pasar. Melalui pelatihan dan konsultasi, diharapkan produk yang dihasilkan berkualitas dan memenuhi kebutuhan pasar.
Ganjar berharap Dinas Koperasi UMKM tidak hanya memberikan pelatihan dan uang saku saja, namun juga menerima kritik dan saran dari para penyandang disabilitas. Menurut Ganjar, kontribusi penyandang disabilitas penting untuk menyelaraskan program pelatihan dan pendampingan dengan keterampilan yang dibutuhkan.
Seperti diketahui, Ganjar mengusung komitmen pemerintah terhadap kepedulian terhadap penyandang disabilitas melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Hak Penyandang Disabilitas. Tak hanya itu, Ganjar juga menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Penghormatan Hak Penyandang Disabilitas. Ganjar juga aktif berkolaborasi dengan Baznas dan SMK untuk menyediakan fasilitas pelatihan berkualitas bagi penyandang disabilitas. (*/JR2)