JERNIH.ID, Muara Sabak - Kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Rabu (5/9/2019). Mengantisipasi dampak buruk kabut asap Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur mendapat bantuan masker dari pihak Petro china. Pengajuan bantuan masker dilakukan seiring dengan terjadinya peningkatan kasus ISPA di Tanjab Timur.
"Total bantuan masker yang kita ajukan 300 kotak masker," kata Kadis Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Ernawati, S.Kep., Ners, M.Kes.
Ernawati mengatakan pengajuan masker itu disampaikan awal Agustus kepada pihak Petrochina. Pengajuan itu telah dikabulkan tiga hari yang lalu. Masker bantuan itu langsung kita distribusikan ke setiap puskesmas yang ada di tanjab timur ini. Pihak Puskesmas lah yang akan membagikan ke warga khususnya anak didik dari tingkat PAUD, SD, SMP, SLTA hingga masyarakat yang berdampak dengan asap karena pembakaran hutan dan lahan.
Ditambahkanya mengenai usulan bantuan masker tersebut sebagai tindak lanjut kondisi cuaca dan meningkatnya kasus Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Tanjab Timur. Masker bantuan ini nantinya akan disalurkan ke daerah-daerah dengan kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sedang hingga tinggi.
"Untuk penyaluran masker tentang ISPU. Daerah mana saja yang akan kita salurkan ini nanti tergantung ISPU-nya," ucapnya.
Kadis kesehatan menjelaskan tidak menutup kemungkinan daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi di Desa catur rahayu, jati mulyo Kecamatan Dendang, kecamata berbak dan kecamatan Sadu menjadi prioritas penyaluran. Sebab, kondisi kebakaran hutan dan lahan sangat berpotensi menambah pencemaran dengan banyak asap akibat kebakaran.
"Jumlah masker ini kan terbatas, jadi harus efektif dan efisien penyalurannya. Daerah yang benar-benar memerlukan tentu akan kita dahulukan," ungkap Kadis.
Ia turut mengimbau kepada masyarakat Tanjung jabung timur untuk terus menjaga kesehatan agar terhindar dari ISPA. Sebab, penyakit ini biasanya timbul akibat kelembaban udara. Saluran napas dalam situasi itu cepat kering dan berujung iritasi.
"Agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan perbanyak minum air putih," tutupnya.