Bacapres Ganjar Pranowo bersama Isteri berinteraksi dengan teman-teman Disabilitas JERNIH.ID, Jambi - Ganjar Pranowo diyakini mampu membuktikan dirinya sebagai sosok yang inklusif. Hal ini terlihat, salah satunya dari kebijakan yang ia kembangkan saat menjadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang bergabung dengan penyandang disabilitas.
"Figur Pak Ganjar 10 tahun di Jateng kita amati, ini orang yang betul-betul tidak pilih kasih, kepedulian Pak Ganjar terhadap disabilitas itu langsung betul-betul nyata, mempekerjakan, melatih, dan lebih penting tidak ada jarak. Kita melihat itu ada pada Pak Ganjar," kata Mustar Bona Ventura, salah satu pendamping penyandang disabilitas di Jakarta Timur.
Mustar mengatakan, Ganjar menemui dan berinteraksi dengan teman-teman disabilitas yang bekerja di Badan Usaha Mandiri, Posko Perjuangan Rakyat (Bumi Pospera) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Mustar mengungkap, ada kebahagiaan terlihat di mata teman-teman disabilitas saat kedatangan Ganjar.
“Ganjar meninjau unit usaha yang semuanya pekerjanya teman-teman disabilitas, seperti usaha car wash, salon mobil, bengkel hingga kedai kopi yang adai di Bumi Pospera,” ucap pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Pospera ini.
Mustar mengatakan harapan penyandang disabilitas adalah kehadiran negara terhadap mereka dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
"Kita senang, kita bangga, hari ini Pak Ganjar Pranowo datang dengan senang hati dengan betul-betul ketulusan mau menemui, mengajak bicara, dan berinteraksi dengan teman-teman disabilitas, ini sesuatu yang luar biasa," tutur Mustar.
Pada saat yang sama, Ganjar mengungkapkan bahwa Indonesia merencanakan lebih banyak peluang bagi teman-teman penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Calon presiden ini memaparkan gagasan pemberian kuota khusus kepada pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Ganjar menegaskan, pemerintah harus mengambil langkah positif dengan memberikan kuota kerja khusus bagi penyandang disabilitas.
Selain kuota lapangan kerja, Ganjar juga menilai penting menyiapkan sumber daya manusia bagi penyandang disabilitas. Hal ini memerlukan pelatihan dan peningkatan keterampilan agar mereka siap mengisi kekosongan yang ada. Untuk meningkatkan sumber daya manusia secara merata, khususnya bagi penyandang disabilitas, Ganjar mendorong sekolah inklusif di seluruh wilayah Indonesia. (*/JR2)